Sunday, August 14, 2011

Doa Untuk Calon Suamiku (Copas) *Udh IJIN kok*

Teringat sebuah Note's di Facebook yang di tag ke sayah beberapa bulan yg lalu oleh seorang siswa sayah ketika masih di Bandung dulu, namanya Endah dan si sayah mengopas dari Note's nya yg berjudul Doa Untuk Calon Suamiku. Sayah udh minta ijin loooh,,, beneran.. silahkan check hehehehe,,,
Isinya daleeem banget, dan mengingatkan sayah akan "calon suami" sayah.. HHiiiiaaaa,,, adaapah ini, mendadak meloow,,,
Baca deeeh....

Dear calon suamiku…

Apa kabarnya imanmu hari ini? Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur karena dapat menatap kembali fananya hidup ini? Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanmu atas amanah yang saat ini tengah kau genggam?

Wahai Calon Suamiku…

Tahukah engkau betapa Alloh sangat mencintaiku dengan dahsyatnya? Disini aku ditempa untuk menjadi dewasa, agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak. Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi, namun kini kurasakan diri ini lebih baik.

Kadang aku bertanya-tanya, kenapa Alloh selalu mengujiku tepat dihatiku. Bagian terapuh diriku, namun aku tahu jawabannya. Alloh tahu dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingat-Nya kembali mencintai-Nya. Ujian demi ujian Insya Alloh membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga telah memiliki aku dihatimu, menemani harimu.

Calon suamiku…

Entah dimana dirimu sekarang. Tapi aku yakin Alloh pun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang tangguh, hingga akupun bangga memilikimu kelak.

Apa yang kuharapkan darimu adalah kesalihan. Semoga sama halnya dengan dirimu. Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, hanya kesia-siaan yang kau dapati.

Aku masih haus akan ilmu. Namun berbekal ilmu yang ada saat ini, aku berharap dapat menjadi isteri yang mendapat keridhaan Allah dan dirimu, suamiku.

Wahai calon suamiku…

Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan bundaku, tak lain doaku agar menjadi anak yang solehah, agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat. Namun nanti, setelah menjadi isterimu, aku berharap menjadi pendamping yang solehah agar kelak di syurga cukup aku yang menjadi bidadarimu, mendampingi dirimu yang soleh.

Aku ini pencemburu berat. Tapi kalau Alloh dan Rasulullah lebih kau cintai daripada aku, aku rela. Aku harap begitu pula dirimu.

Pernah suatu ketika aku membaca sebuah kisah; “Aku minta pada Alloh setangkai bunga segar, Dia memberiku kaktus berduri. Aku minta kepada Allah hewan mungil nan cantik, Dia beri aku ulat berbulu. Aku sempat kecewa dan protes. Betapa tidak adilnya ini.

Namun kemudian kaktus itu berbunga, sangat indah sekali. Dan ulatpun tumbuh dan berubah menjadi kupu-kupu yang teramat cantik. Itulah jalan Allah, indah pada waktunya. Alloh tidak memberi apa yang kita inginkan, tapi Allah memberi apa yang kita butuhkan.”

Aku yakin kaulah yang kubutuhkan, meski bukan seperti yang aku harapkan.

Calon suamiku yang di rahmati Alloh…

Apabila hanya sebuah gubuk menjadi perahu pernikahan kita, takkan kunamai dengan gubuk derita. Karena itulah markas dakwah kita, dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta dan kasih.

Ketika kelak telah lahir generasi penerus dakwah islam dari pernikahan kita, Bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Alloh SWT.

Bunga akan indah pada waktunya. Yaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya, bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.

Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik, tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak.

Calon suamiku…

Inilah sekilas harapan yang kuukirkan dalam rangkaian kata. Seperti kata orang, tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata. Itulah yang kini kuhadapi. Kelak saat kita tengah bersama, maka disitulah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu.




Gimanaaaa, daleeem kaaan,,,
Can't say anything -_-"



~Suci Mairoza~

Thursday, August 11, 2011

Award yang Kesekian

Di saat sayah buka Chatbox ada award ternyataaaah...
Asiiiik dapat award lagiiiih untuk kesekiaaan kaliinyaaah,,,
Senangnya,,,

kali ini sayah dapat award dari Ai
makasiiih yaaa... setiap ada award selalu ada rules yg harus dipatuhi oleh setiap blogger... dan rules nya kali ini adalaaah.....

1) Make a post contain with:
* Say thank you to someone who give you this award
* Write about someone who give you this award
* Write about yourself
* There's a banner award and code
* Give this award to your 9 blogger-friends (blogends)
* Don't forget to leave a messages in their chatbox

2) Use this banner award on your blog sidebar, without change banner's code.

dan sayah sebagai penerima award dan sebagai warga negara yang baik akan mematuhi semua rules nya...
* makasiiih buat Ai yang udah memberikan sayah award cantik inih.... ^^
* Sayah tau Ai dari akibat blogwalking. Tampilan blog nya unyu bangeeet, dan tulisannya menarik ^^
* Sayah lemot, cantik, ramah, berkacamata, pinter, sok sibuk, seorang cik gu, dan pemalu *yg terakhir salah ketik*
** sembilan yang beruntung adalaaaaah.....
selamat menikmati award nya teman-teman....
Keep blogwalking guys,,,


~Suci Mairoza~

3 Bulan Terakhir

Hiiiaaa, akhirnya punya kesempatan nulis juga…Maafkan daku blog *peluk erat si blog*

Bukan maksud melupakan, namun tidak ada kesempatan dan si sayah yg selalu sok sibuk dengan pekerjaan sayah yang lumayan bejibun. Aktfitas itu menyita waktu dan pikiran sayah yg jarang berpikir menjadi berpikir semaksimal mungkin. Dan efek nya adalah, si blog tercinta terabaikan dengan ada unsure kesengajaan dari si pengurusnya yaitu sayah. Huuuaaa, sangat merasa bersalah sekaliiii….

Okeh, sayah ga ngeh klo postingan sayah yg terakhir tu bulan MEI… Heyyyyy,, sudah berapa bulan ituuuuh?? 3 bulan yang lalu?? Ya ampuuuun… maafkan sayah blog… dirimu bener2 terabaikan dengan sukses oleh sayah yang sok sibuk iniih…bahkan nyaris lupa kalo sayah punya bloog *akut

Ingin menceritakan tentang hidup sayah yg labil dan penuh kesengsaraan bagi diri sayah sendiri, ingin rasanya menceritakan semua yg sayah alami selama 3 bulan terakhir ini. Tentang pekerjaan sayah, hidup sayah, perasaan sayah, keluarga sayah, pacar sayah dan akhirnya kita bertemu lagi dengan Ramadhan.. tapiii sayah mulai dari manaaaa????

Okeh,, kita mulai dari,,,

Pekerjaan sayah…Alhamdulillah sejak bulan Juli kemaren sayah bekerja di SMP DEK (Dedikasi Edukasi Kualiva) sebagai tenaga pengajar. Menyenangkan memang, karena sebelum ini sayah mengajar di sebuah bimbingan belajar informal, sekarang sudah di sekolah formal. Dan sangat menyenangkan. Bertemu dengan siswa-siswa yang menakjubkan. Pinter, ajaib dengan kelakuan mereka, lucu, dan dari berbagai ras dan agama yg berbeda, namun mereka hidup berdampingan. Sayah melihat di sekolah ini sangat Indonesia bangeeet.. bertemu dengan rekan-rekan kerja dengan tingkat profesionalitas yang tinggi, berkualitas. Sayah dipercaya mengajar kelas VII dan kelas VIII.. Sayah menikmati pekerjaan sayah sekarang…

Oia, Alhamdulillah juga sayah di terima di salah satu lembaga pendidikan bimbingan belajar Salemba. Sayah di sana freelance sebagai pengajar IPS. Hiiiaaa, Alhamdulillah diberikan rejeki lebiih,,, sayah seenarnya udh masuk dalam minggu ini, Cuma dari sekolah mendapatkan tugas sebagai pengawas Pesantren Ramadhan, jadi sayah undur dulu..

Mengenai hidup sayah.. Mengalami berbagai keadaan dan situasi yang menuntut sayah untuk berpikir lebih dahsyat dari biasanya. Menuntut sayah untuk bersikap lebih bijak dalam siatuasi apapun. Walaupun terkadang sayah juga tidak bisa sekuat itu. Sayah hanya bisa berusaha kuat dan saat sayah belum mampu, maka air mata pun menjadi pelampiasannya. Sayah selalu meyakinkan diri bahwa sayah bisa, dan sayah mampu. Jika pada akhirnya sayah mengeluarkan airmata, bukan berarti sayah lemah, hanya sayah belum mampu untuk menyelesaikannya. Sayah selama 3 bulan ini mengalami berbagai macam yang membuat hidup sayah makin nano-nano… makin nano-nano disaat kemaren malam sayah jatoh dari motor…

Si Pacar… Mmmmm,,, gimana ya?? Hehehe,,, Alhamdulillah sayah bisa menjalani hubungan ini dengan beliau. Sayah bahagia… si pacar bisa membuat sayah lebih tenang dengan apa yang sedang sayah alami. Si pacar selalu memberikan solusi dengan menggunakan bahasa dan kata yg mudah sayah cerna. *maklum sayah kan lemot dan itu bukan sesuatu yg patut dibanggakan* Solusi yang si pacar sarankan tidak menggurui dan bahkan seolah-olah tidak seperti sedang menasehati. Sayah selalu merasa nyaman bersama si pacar. Satu hal yg menjadi kendala adalah penyakit LEMOT sayah. Disaat ingin romantic-romantisan seperti ngelap-in keringat pake tisuue, sayah suka ga ngeh… atao mmm kaya pengen disuapin tapi lagi rame, malah cuek aja gitu… dan pernah melalukan kedodolan bersama. Berawal dari mau mecncari jalan yg lebih dekat, malah nyasar kemana-mana, yang sebenarnya tu jalan yg di bilang deket lebih jauh dari jalan raya yg seharusnya dilewati. Dengan apapun kekurangan dan kelebihan dari masing-masing kita, sayah bahagia menjalani hubungan ini bersama si pacar. Si pacar bisa dan mampu membuat sayah tersenyum disaat sayah sedang ingin menangis. Selalu menenangkan sayah, dan selalu mengingatkan sayah supaya jangan salah naik angkot -_-.

Dan Ramadhan tahun ini… Tahun ini Ramadhannya berbeda. Tahun ini, sayah diberikan tugas sebagai pengawas pesantren ramadhan. Tahun ini, sayah mulai bekerja di sekolah. Ramadhan tahun ini sayah harus mengerjakan RPP yang bejibun banyaknya, termasuk punya sang kanjeung mamah.. Ramadhan tahun ini sayah full di Padang dengan keluarga sepupu sayah. Ramadhan tahun ini Ajib udh bisa puasa penuh *loh* dan puasa tahun ini sayah bersama si pacar. Bisa buka bareng bersama beliau, selalu mengingatkan untuk sahur dan selalu mengucapkan selamat berbuka puasa.. menyenangkan. Yang bikin sedih adalah selalu teringat Ramadhan2 bersama sahabat-sahabat di Bandung.. Miss you guys..

Udahan duluuu yaaaa,,,, mau ngawas pesantreeen duyuuuu,,,,

*Kecuuup